![]() |
| Perusahaan rokok nasional Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup) |
MULTIMEDIA AI NEWS NUSANTARA, KUALA LUMPUR — Perusahaan rokok nasional Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup) melakukan langkah awal penjajakan investasi di Malaysia dengan berkonsultasi langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Konsultasi tersebut berkaitan dengan rencana akuisisi pabrik rokok di Malaysia sebagai bagian dari strategi ekspansi usaha.
Pendiri sekaligus pemilik BARONG Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan menyusul informasi bahwa pemerintah Malaysia tidak lagi menerbitkan izin baru untuk pendirian pabrik rokok.
Oleh karena itu, opsi yang dinilai paling memungkinkan bagi perusahaan yang ingin memproduksi rokok di negara tersebut adalah melalui pembelian atau akuisisi pabrik yang sudah ada.
“Karena adanya kabar bahwa izin baru untuk pendirian pabrik rokok tidak lagi diterbitkan di Malaysia, maka akuisisi terhadap pabrik rokok yang telah beroperasi menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan di Kuala Lumpur.
Dalam rangka memperoleh informasi dan arahan terkait rencana tersebut, BARONG Grup melakukan konsultasi resmi dengan KBRI Kuala Lumpur.
Rombongan perusahaan diterima oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Danang Waskito, bersama sejumlah pejabat kedutaan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Kedutaan Maria Kusumanegari, pejabat Penerangan Sosial Budaya Cantika, serta Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Azizah Rahmaniar Salam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan peluang investasi serta mekanisme akuisisi perusahaan di Malaysia.
Usai pertemuan tersebut, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur kemudian membantu menghubungkan BARONG Grup dengan seorang pengacara di Malaysia yang dapat memberikan pendampingan hukum dalam proses akuisisi perusahaan.
Pertemuan lanjutan dengan pengacara yang diperkenalkan tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, sebelum rombongan melanjutkan agenda perjalanan bisnis berikutnya ke Manila, Filipina.
Lebih lanjut HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh jajaran KBRI Kuala Lumpur. Ia menilai kehadiran perwakilan negara di luar negeri menjadi tempat penting bagi warga negara Indonesia untuk berkonsultasi, khususnya dalam menjalankan kegiatan usaha lintas negara.
“Kami merasa sangat terbantu dengan arahan dan dukungan dari KBRI Kuala Lumpur. Bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, kedutaan benar-benar menjadi tempat untuk memperoleh bimbingan dan solusi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta para pejabat KBRI Kuala Lumpur yang telah memberikan pendampingan dalam proses konsultasi tersebut.
Langkah penjajakan yang dilakukan BARONG Grup ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat kehadiran pelaku usaha Indonesia di kawasan regional.



0 Komentar