Breaking News

Khofifah Siap Kawal Pengusulan KEK Tembakau Madura hingga ke Pemerintah Pusat

Khofifah saat menerima Surat Bersama para bupati se-Madura beserta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura. Penyerahan dokumen berlangsung usai kegiatan haul di Pondok Pesantren Banyuanyar pada Minggu (8/3). (Foto: MultimediaAINews)
PAMEKASAN, MULTIMEDIA AI NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengusulkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah Madura.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menerima Surat Bersama para bupati se-Madura beserta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura. Penyerahan dokumen berlangsung usai kegiatan haul di Pondok Pesantren Banyuanyar pada Minggu (8/3).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengambil peran aktif untuk mengawal proses pengusulan KEK Tembakau Madura hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Ia menilai pembentukan KEK menjadi salah satu instrumen penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Madura, khususnya pada sektor tembakau yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pengembangan KEK juga selaras dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.

“Ini juga bagian dari upaya kita memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Seperti yang sering disampaikan Pak Wagub Emil, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

Untuk mempercepat proses tersebut, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak agar segera melakukan kajian lebih mendalam serta menyiapkan berbagai persyaratan teknis yang diperlukan dalam pengajuan KEK.

“Saya meminta Pak Wagub untuk melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Khofifah menegaskan bahwa keberadaan KEK tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus memberikan perlindungan terhadap potensi ekonomi lokal.

“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura, terutama pada sektor tembakau dan industri turunannya, dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Emil Dardak memastikan pihaknya akan segera melakukan kajian komprehensif agar seluruh aspek dalam pengusulan KEK dapat dipersiapkan secara matang.

“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsep KEK Tembakau Madura nantinya tidak hanya difokuskan pada investasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem ekonomi yang mampu melindungi kepentingan petani tembakau serta pelaku usaha lokal.

“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendorong keberhasilan program pembangunan ekonomi kawasan.

“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka program-program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, mengatakan bahwa dokumen yang diserahkan kepada gubernur merupakan hasil konsolidasi para kepala daerah di Madura serta aspirasi masyarakat setempat.

Menurutnya, Madura selama ini menjadi salah satu sentra produksi tembakau nasional, namun manfaat ekonomi dari industri tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di daerah penghasil.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Subairi berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi masyarakat Madura untuk mewujudkan KEK Tembakau sebagai model pembangunan kawasan yang lebih berkeadilan.


“Alhamdulillah, respon Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh pihak yang hadir sangat positif. Ini menjadi energi besar bagi masyarakat Madura untuk terus memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau Madura sebagai jalan percepatan pembangunan kawasan,” pungkasnya.

0 Komentar

© Copyright 2022 - AI News